TUGAS
3
Soal:
- Jelaskan dua perbedaan antara bahasa lisan dan bahasa tulisan!
- Dalam berbahasa pada umumnya seorang laki-laki lebih menguasai pokok persoalan umum daripada perempuan. Mengapa demikian?
- Berdasarkan sifat dan fungsinya, bahasa Indonesia sudah layak disebut sebagai bahasa baku. Berikan penalaran atas pernyataan tersebut!
Jawab:
1.
Bahasa lisan:
a) Bahasa lisan jarang
menggunakan penanda hubung karena didukung oleh konteksnya dan tidak terikat
ejaan bahasa Indonesia tetapi terikat situasi pembicaraan.
b) Bahasa lisan berisi beberapa
kalimat yang tidak lengkap, bahkan sering hanya berupa urutan kata yang
membentuk frasa.
c) Dalam wacana lisan cenderung
kurang terstruktur (gramatikal)
Bahasa tulisan:
a) Penggunaan kosa kata pada
dasarnya sudah dibakukan
b) Bahasa tulis cenderung
lengkap dan panjang bahkan ada yang terdiri atas beberapa klausa.
c) Bahasa tulis sering
menggunakan penanda hubung untuk menunjukkan suatu hubungan ide.
2.
Suatu pokok persoalan biasanya bergantung pada
luas pergaulan, pendidikan, profesi, kegemaran, dan pengalaman.
Dari pernyataan diatas, dapat disimpulkan:
a)
Laki-laki lebih luas
pergaulannya dari perempuan
b)
Pendidikan laki-laki
mayoritas lebih tinggi dari pada perempuan, karena perempuan cenderung untuk
menjadi ibu rumah tangga.
c)
Laki-laki yang
mempunyai kegemaran sama, biasanya akan membentuk sebuah comunity yang
akan memperluas pergaulan.
d)
Berdasarkan pengalaman,
laki-laki lebih luas dalam pergerakan mencari pengalaman.
3.
Berdasarkan
sifat :
a)
Kemantapan yang dinamis
b)
Kecendekiaan
Bahasa
indonesia baku merupakan bahasa cendekia atau bahasa berpendidikan.
c)
Seragam
Sifat
seragam maksudnya adalah semua masyarakat indonesia memakai bahasa Indonesia
yang sama, sesuai kaidah-kaidah bahasa indonesia baku. Jadi, daerah satu dengan
daerah yang lain sama-sama menggunakan bahasa Indonesia yang sama.
Berdasarkan
fungsinya:
a) Bahasa Indonesia baku berfungsi pemersatu. Bahasa
Indonesia baku mempersatukan atau memperhubungkan penutur bahasa itu. Bahasa
Indonesia baku mempersatukan mereka menjadi satu masyarakat bahasa Indonesia
baku.
b) Bahasa Indonesia baku
berfungsi sebagai pemberi kekhasan. Bahasa Indonesia baku merupakan ciri khas
yang membedakan dengan bahasa-bahasa lainnya. Bahasa Indonesia baku memperkuat kepribadian
nasional masyarakat bahasa Indonesia baku.
c) Bahasa Indonesia baku
berfungsi pembawa kewibawaan. Bahasa Indonesia baku akan membawa serta wibawa.
Fungsi pembawa wibawa berkaitan dengan usaha mencapai kesederajatan dengan peradaban
lain.
d) Bahasa
Indonesia baku berfungsi sebagai kerangka acuan. Bahasa Indonesia baku
berfungsi sebagai kerangka acuan bagi pemakainya dengan adanya norma atau
kaidah yang dikodifikasi secara jelas.
Norma atau kaidah bahasa Indonesia baku itu menjadi tolok ukur pemakaian bahasa
Indonesia baku secara benar.
Dari penjelasan
yang runtut diatas, maka bahasa Indonesia sudah layak disebut sebagai bahasa
baku.

0 komentar:
Posting Komentar